Bahaya Orang Obesitas Menjalankan Promil

Bahaya Orang Obesitas Menjalankan Promil

Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa wanita obesitas cenderung sulit untuk hamil. Bahkan kehamilan pada wanita obesitas pun diyakini sangat berisiko. Lalu apa saja Bahaya Orang Obesitas Menjalankan Promil (program hamil)? Benarkah wanita yang mengalami obesitas akan berisiko jika hamil? Simak saja ulasannya berikut ini !

Baca Juga : Makanan Yang Dilarang Agar Kandungan Subur

Bahaya Orang Obesitas Menjalankan Promil

Memiliki badan yang terlalu gemuk atau obesitas memang dikenal menjadi sumber masalah. Banyak gangguan kesehatan lainnya yang kerap muncul akibat obesitas ini. Namun sebenarnya penderita obesitas itu masih bisa hidup sehat dan terhindar dari beragam masalah kesehatan, asalkan dirinya mampu menjalani pola hidup sehat dan senantiasa memperhatikan kondisi kesehatannya.

Salah satu masalah yang kerap kali dikaitkan dengan obesitas adalah kehamilan. Penderita obesitas dari kalangan wanita diketahui sering mengalami kesulitan untuk hamil. Apakah benar obesitas bisa menghambat kehamilan dan beresiko terhadap bayi yang akan dilahirkan?

Peluang hamil bagi wanita yang mengalami obesitas dengan memiliki IMT > 30 menurun. Pasalnya, wanita obesitas sangat mungkin mengalami ketidakteraturan ovulasi. IMT sendiri adalah singkatan dari Indeks Massa Tubuh.

Menurut sebuah penelitian, wanita obesitas kemudian hamil, maka kemungkinan besar memiliki embrio yang tidak sehat. Bahkan sel telur pada wanita obesitas lebih kecil, yang mana hal itu dapat membahayakan kehamilan.

Baca Juga : Makanan Yang Bagus Untuk Penyubur Kandungan

Bahaya Pada Bayi Yang Akan Dilahirkan

Pemantauan berat badan ibu hamil sangat penting, karena berkaitan erat dengan pertumbuhan janin, plasenta yang sehat, air ketuban, pengiriman makanan untuk janin melalui aliran darah, dan persiapan untuk menyusui setelah kelahiran.

Ada beberapa penelitian dan ahli yang mengatakan bahwa ada resiko dan akibat pada pada bayi yang akan dilahirkan, berikut diantaranya :

  • Perkembangan otak terhambat

Menurut Penelitian dari Tufts Medical Center, Boston, menyatakan bahwa janin dari kehamilan pada wanita obesitas cenderung akan mengalami hambatan dalam proses alami pembentukan dan juga perkembangan otak pada anak.

  • Lahir prematur

Karena semakin tinggi Indeks Massa Tubuh (IMT) pada seorang wanita obesitas, maka semakin tinggi juga risiko bayi yang akan dilahirkan secara prematur.

  • Rentan terhadap penyakit jantung dan stroke

Bayi yang terlahir dari ibu yang memiliki masalah obesitas cenderung lebih mudah terkena penyakit jantung dan juga stroke. Hal itu dilihat dari ketebalan dua dinding aorta yang terletak pada bagian perut, yaitu intima-media. Wanita obesitas yang hamil lebih mungkin untuk memiliki bayi dengan ketebalan intima-media yang semakin tebal, terlepas dari berat bayi yang ditimbang saat lahir. Dan salah satu tanda-tanda fisik awal peningkatan risiko penyakit jantung adalah pada penyumbatan pembuluh darah dalam aorta perut yang berkembang.

Baca Juga : Jenis Susu Yang Baik Untuk Promil

  • Preeklampsia

Penyakit ini ditandai dengan tekanan darah yang meningkat, yang diikuti dengan kadar protein yang juga mengalami peningkatan di dalam urin. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Akibatnya, aliran darah ke janin jadi terhambat.

  • Diabetes gestasional

Diabetes atau penyakit gula darah yang terjadi selama proses kehamilan ini memang cukup rawan. Bahkan tercatat ada sekitar 4% dari jumlah total ibu hamil di seluruh dunia mengalami dibetes jenis ini.

Tips Kehamilan Yang Aman Untuk Wanita Obesitas

Memiliki bayi atau keturunan memang merupakan hal yang sangat diinginkan oleh hampir setiap ibu/wanita manapun yang sudah mempunya pasangan/suami. Meskipun kondisi sebenarnya tidak memungkinkan mereka hamil, atau kehamilannya justru akan berisiko, seperti pada kasus obesitas ini. Ketika seorang wanita mengalami obesitas dan memutuskan untuk hamil, memang ada risiko yang harus siap dihadapi, yakni menimbulkan komplikasi seperti yang sudah disebutkan di atas. Tapi itu juga tidak berarti wanita obesitas yang hamil tidak dapat memiliki anak yang sehat.

Ada beberapa hal yang masih bisa dilakukan wanita obesitas jika masih ingin menjalani program hamil dengan sehat dan aman. Hal pertamanya yang harus dilakukan tentunya adalah dengan cara berusaha menurunkan berat badan. Selain itu, beberapa tips berikut ini juga bisa membantu.

  • Pengaturan pola makan

Atur menu makan agar tidak terjadi penumpukan kalori pada tubuh dan berujung pada kegemukan. Karena, setiap makanan atau minuman yang dikonsumsi akan memengaruhi proses peningkatan berat badan selama hamil dan bisa berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin. Intinya, jangan terlalu gemuk saat hamil. Di satu sisi, tubuh memang memerlukan nutrisi lebih dibanding sebelum hamil untuk menunjang tumbuh kembang janin. Sementara kenaikan berat badan berlebih juga bukan merupakan hal yang baik bagi ibu yang sedang hamil. Nah, untuk hal ini sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahli gizi untuk mendpatkan pengaturan pola makan yang baik sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh.

Baca Juga : Benarkah Minum Yoghurt Dapat Mengecilkan Perut Buncit?

  • Lakukan pemeriksaan prenatal

Pemeriksaan prenatal adalah tindakan antisipasif guna mengetahui sejak dini risiko yang mungkin muncul dan menganggu kesehatan ibu hamil yang dapat berakibat buruk pada perkembangan janin. Hal ini sebaiknya mulai dilakukan pada awal kehamilan, yakni pada trimester 1 (0-12 minggu). Jenis pemeriksaan prenatal yang dianjurkan di antaranya adalah Hematologi Rutin, Urin Rutin, Golongan Darah A, B, O dan Rhesus, Glukosa Puasa dan 2 Jam PP, HbsAg, VDRL/RPR, serta TORCH.

  • Konsultasi ke dokter bila kesehatan terganggu

Obesitas dalam kehamilan akan membuat sakit punggung, pembesaran pembuluh darah vena di kaki bertambah parah, sering kelelahan, kegerahan, dan terjadi stretch mark. Segera konsultasikan pada dokter jika saat hamil mengalami serangkaian gejala yang mengganggu atau mengkhawatirkan.

Obesitas membuat hormon estrogen yang mengatur organ reproduksi wanita menjadi tidak normal. Hal tersebut dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Hal ini juga sangat rentan terhadap risiko penyakit serta kelainan yang akan terjadi pada janin, seperti lahir prematur, perkembangan otak terhambat, bisa terkena diabetes gestasional dan preeklampsia.

Diet dan olahraga sesudah melahirkan juga penting untuk menyeimbangkan hormon. Akan tetapi, memang tidak semua program penurunan berat badan dapat mengatasi semua masalah ini. Namun jika Anda lakukan konsultasi dan pemeriksaan prenatal secara rutin serta menjalankan semua aturan dan anjuran dari dokter ahli, maka besar kemungkinan akan berjalan dengan aman untuk Anda. Dan bayi Anda pun dapat lahir dengan selamat dan sehat.

Itulah Bahaya Orang Obesitas Menjalankan Promil. Untuk membantu program hamil, rekomendasi terbaik adalah Lady Fem, yang direkomendasikan langsung oleh pakar kesehatan reproduksi ternama Indonesia, Boyke Dian Nugraha. Khasiat Lady Fem bahkan sudah terbukti dan sudah banyak testimoninya. Lady Fem pun sudah terdaftar di BPOM RI. Sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Baca Juga : Testimoni Lady Fem

Jika anda ingin berkonsultasi dengan Kami silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 793 507 222

SMS/WA/Telp : 085 320 000 874

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Posted by : Admin OBAT UNTUK PROMIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *