Memahami IUFD: Kematian Janin di dalam Kandungan

Memahami IUFD: Kematian Janin di dalam Kandungan

Selamat datang di website OBAT UNTUK PROMIL. Dalam kesempatan ini kita akan bahas mengenai Memahami IUFD: Kematian Janin di dalam Kandungan. Informasi ini sangat penting untuk setiap pasangan suami istri. Untuk itu, mari kita simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Memahami IUFD: Kematian Janin di dalam Kandungan

IUFD atau Intrauterine Fetal Death adalah kondisi janin yang meninggal di dalam kandungan setelah kehamilan berusia 20 minggu. Kematian janin dalam kandungan memang menjadi momok bagi setiap pasangan suami istri yang sedang menikmati momen kehamilan. Walaupun telah menjalani menu tips kesehatan ibu hamil, Anda juga harus peka terhadap kondisi janin di dalam kandungan.

Bagi Anda yang sedang mengandung calon bayi, jangan lupa untuk terus menjaga dan memastikan kesehatan janin di dalam kandungan. Sebab, meskipun usia kehamilan sudah menginjak 5 bulan, masih ada bahaya yang mengancam kesehatan janin, salah satunya adalah kematian janin dalam kandungan atau Intra Uterin Fetal Death (IUFD).

Kondisi janin yang telah meninggal sejak masih berada di dalam kandungan ketika usia kehamilan sudah berusia di atas 20 – 28 minggu ini disebut IUFD. Masing-masing dokter mungkin menggunakan kriteria usia janin yang berbeda dalam menentukan klasifikasi IUFD. Kriteria lain untuk menyatakan IUFD adalah ketika janin meninggal telah mencapai berat lebih dari 350 gram di dalam rahim. IUFD berbeda dengan keguguran, yang mana kematian janin terjadi saat usia kandungan belum mencapai 20 minggu.

Sebagian besar kasus IUFD tidak diketahui dengan jelas penyebabnya, namun bisa menjadi pertanda adanya masalah dalam kehamilan. Berbagai kemungkinan faktor penyebab IUFD antara lain :

Faktor plasenta

Salah satu penyebab IUFD adalah plasenta yang tidak berfungsi dengan baik. Gangguan pada plasenta membuat penyaluran nutrisi penting yang dibutuhkan janin selama dalam kandungan, seperti aliran darah dan oksigen, menjadi terhambat dan berkurang. Akibatnya, dapat menyebabkan hambatan perkembangan janin (intrauterine growth restriction/IUGR) dan berujung pada kematian janin di dalam kandungan (IUFD).

Cacat genetik

Salah satu penyebab lain IUFD adalah cacat genetik atau kelainan kromosom yang menyebabkan organ vital janin, seperti otak dan jantung, tidak berkembang dengan baik.

Pendarahan

Pendarahan berat yang terjadi di usia kehamilan trimester akhir bisa juga menjadi penyebab janin mati dalam kandungan. Ini bisa terjadi ketika plasenta sudah mulai terpisah (meluruh) dari rahim sebelum memasuki masa persalinan. Kondisi ini disebut abrupsi plasenta (placental abruption).

Kondisi kesehatan ibu

Penyakit diabetes serta hipertensi dalam kehamilan, kondisi autoimun, kurang gizi, infeksi bakteri seperti Streptokokus grup B, listeriosis,  toksoplasmosis, dan rubella, dapat menjadi penyebab janin mati dalam kandungan. Begitu juga dengan infeksi lainnya, seperti malaria, sifilis, dan HIV. Preeklamsia juga dapat mengurangi aliran darah ke janin melalui plasenta, dan akhirnya menyebabkan IUFD karena gangguan pada plasenta.

Faktor usia dan gaya hidup

Faktor lain yang meningkatkan risiko IUFD adalah usia ibu hamil lebih dari 35 tahun atau kurang dari 15 tahun, ibu hamil mengalami obesitas, mengonsumsi minuman beralkohol, atau merokok pada masa kehamilan. Merokok dapat membatasi pertumbuhan janin di rahim karena mengurangi suplai oksigen ke janin melalui plasenta.

Beberapa ahli juga mengemukakan bahwa janin lahir mati atau janin meninggal dalam kandungan seringkali disebabkan oleh kombinasi dari sejumlah faktor di atas, seperti gangguan plasenta, kesehatan ibu, dan gaya hidup yang tidak baik.

Langkah Pencegahan IUFD

Beberapa kasus IUFD tidak bisa dicegah, namun Anda masih bisa mengurangi risikonya dengan mewaspadai penyebabnya dan melakukan langkah pencegahan yang tepat. Meskipun tidak semua kasus IUFD bisa dicegah, namun ibu hamil bisa melakukan beberapa hal untuk mengurangi risiko IUFD, antara lain :

  • Tidak merokok selama masa kehamilan.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan berbahaya selama masa kehamilan. Hal itu dapat memengaruhi perkembangan janin, dan meningkatkan risiko keguguran, serta lahir mati.
  • Hindari tidur terlentang saat usia kehamilan memasuki 28 minggu atau lebih.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan atau bidan untuk memantau tumbuh kembang janin dan memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.

Memahami IUFD: Kematian Janin di dalam Kandungan sangat penting buat setiap pasangan suami istri. Nah, Jika ibu dan janin memiliki faktor yang berisiko menyebabkan IUFD, konsultasikanlah ke dokter. Bila menemukan ada tanda-tanda yang tidak biasa, misalnya intensitas gerakan janin yang menurun, segera temui dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan segera.

 

Baca artikel menarik lainnya :

Manfaat Buah Jamblang Untuk Kesuburan Wanita
Manfaat Buah Jamblang Untuk Kesuburan Wanita
Jenis Makanan Yang Memiliki Protein Nabati Terbaik
Jenis Makanan Yang Memiliki Protein Nabati Terbaik
Apakah Buah Ciplukan Bisa Dijadikan Obat Cepat Hamil?
Apakah Buah Ciplukan Bisa Dijadikan Obat Cepat Hamil?
Lady Fem OBAT PENYUBUR WANITA
Kandungan Dan Khasiat Ladyfem
Obat Penyubur Kandungan
Obat Penyubur Kandungan
Obat Polip Rahim

One thought on “Memahami IUFD: Kematian Janin di dalam Kandungan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *